Pengaruh Video Game terhadap Konstruksi Pemikiran Anak dan Gender Setereotype
By : Unknown
Teknologi menjadi
bagian kehidupan kita. Secara umum teknologi dikaitkan dengan hal-hal yang
bersifat teknis. Tanpa kita sadari teknologi tidak hanya hal-hal yang berbau
mekanis dan teknis, tetapi teknologi menimbulkan pemahaman terhadap masyarakat
bahwa teknologi bersifat maskulin, seperti halnya dengan jurusan teknik dalam
suatu universitas yang lebih banyak diminati oleh laki-laki daripada perempuan.
Hal tersebut menunjukkan persepsi masyarakat mengenai sesuatu yang lebih
bersifat maskulin dan mana yang tidak, sehingga terjadi pemisahan peran gender
(maskulin dan feminim). Fenomena inilah yang akhirnya menjadi stereotype gender.
Pada era new media ini, teknologi baru lebih
mudah dipahami oleh anak-anak, daripada orang tua, karena mereka lahir pada
saat dimana teknologi itu berkembang. Pada usia 4-5 tahun, anak-anak sedang
berada dalam fase “serba ingin tahu”, saat mereka selalu penasaran dengan
hal-hal baru yang menarik perhatian mereka. Ada dua hal yang dapat mulai anak
pelajari pada usia ini, yaitu:
1. Menggunakan internet
di bawah pengawasan orang tua
2. Memainkan video
game yang mengajaknya bergerak
video game atau dapat disebut dengan game saja merupakan
salah satu hal yang sangat digemari terutama oleh anak-anak, bahkan tidak
jarang terdapat game yang mencakup edukasi di dalamnya. Namun, game ini ternyata juga
mempengaruhi tingkah laku anak dan cara anak dalam berpikir. Selama ini game
secara dominan dimainkan oleh kaum laki-laki di seluruh dunia. Dalam sebuah
survey yang dilakukan peneliti, beberapa game center, khususnya di YogYakarta,
tampak didominasi oleh kaum laki-laki. Game memang identik dengan ketangkasan
laki-laki, kalau pun ada perempuan biasanya hanya berbentuk animasi dalam game
itu sendiri. Menurut Falstein, dominasi laki-laki ini pun masuk dalam
ceruk-ceruk industri game, dari proses produksi, konsumsi hingga distribusinya.
Secara ekstrim dominasi itu dapat disaksikan dari angka perbandingan populasi
pemain game laki-laki yakni 60% dan perempuan hanya 21% nya. Game-game seperti Call of Duty, Grand Theft Auto, Need for Speed,
dan sebagainya seperti ditunjukkan hanya untuk laki-laki. Bergerak di bawah
representasi gender menuju konsumsinya, nyata bahwa aspek gender dalam game dan
fokus isi game yang kebanyakan adalah kekerasan dan eksploitasi perempuan
membuat permainan ini dikonstruksikan sebagai permainan yang tidak ramah bagi
perempuan. Perempuan, dengan konstruksi sosial yang melekat padanya dianggap
tidak cukup kompeten untuk memasuki lapangan logika bernama game itu.
Stereotype ini memunculkan asumsi bahwa perempuan memiliki skill yang lebih
rendah ketika berkompetisi di dalam arena game, serta-merta hal ini menyumbat
kesempatan perempuan untuk berlaga di arena tersebut.
Fakta menyebutkan bahwa
ternyata perempuan pun secara diam-diam mengambil peran dalam
permainan-permainan secara online. Mereka bermain dengan teman, keluarga, atau
pun orang yang belum mereka kenal. Hal ini memberi bukti bahwa sejatinya ada
kebutuhan yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam keterlibatannya dengan
game. Di dalam game terkandung kenikmatan aktivitas secara komunal melalui
jaringan yang selama ini juga didambakan oleh kaum perempuan.
Di Indonesia sendiri,
penikmat game masih didominasi oleh anak laki-laki. Hanya sedikit anak
perempuan yang bermain game. Hal ini dikarenakan game yang beredar di Indonesia
memiliki segmentasi untuk laki-laki ketimbang perempuan. Aksesibilitasnyapun
masih terbilang cukup rendah karena jika ingin memainkan game-game tersebut
harus datang ke game center, dalam hal ini warung internet (warnet). Jika
anak-anak dapat mengakses game dari rumah mereka masing-masing, akan terdapat
kemungkinan menurunnya potensi gender stereotype, karena mereka tidak harus
bertatap muka secara langsung di warnet dan anak perempuan dapat memanfaatkan
hal ini utnuk turut berpartisipasi dalam bermain game tanpa harus memikirkan
apa yang akan dipikirkan terhadap mereka. Selama ini sudah cukup terkonstruksi
bahwa game-game perang, strategi, dan perkelahian hanya ditujukan untuk anak
laki-laki dan jika anak perempuan memainkannya akan dicap tomboy, hal
tersebutlah yang menyebabkan jarangnya anak perempuan bermain game di warnet. Begitu
juga sebalikanya, dengan dapat mengakses game dari rumah, anak laki-laki yang
ingin bermain game dengan tema fashion dan sebagainya akan jauh lebih tenang
tanpa harus dicap seperti banci oleh teman-temannya.
Hal di atas sebenarnya
dapat diatasi dengan pendidikan sejak dini lewat dukungan dan partisipasi dari
orang tua. Ketika orang tua memahami bahwa anak laki-laki memainkan game
bertema fashion dicap seperti banci, maka peran orang tua adalah mencoba
meluruskan bahwa itu salah, dengan bermain game bertema fashion tidak membuat
anak laki-laki menjadi lemah, bahkan hal tersebut bisa menjadi bakat yang
bermanfaat di kemudian hari, begitu juga sebaliknya dengan anak perempuan yang
bermain game perang. Yang patut diperhatikan bagi para orang tua adalah
bagaimana cara mengawasi para anak-anak dalam beretika dan mampu menyaring mana
yang baik dan mana yang berbahaya dari konten game yang dimainkan oleh
anak-anak mereka.
Lalu, untuk
mengatisipasi miskonsepsi akan gender pada diri anak-anak lewat bermain game,
para orang tua wajib memahami dan memberikan edukasi bagi anak-anak mereka
tentang apa itu gender dengan beberapa tips di bawah ini:
- Tawarkan berbagai pilihan dan kesempatan bermain untuk semua anak laki-laki maupun perempuan. Dorong anak-anak mencoba mainan dan kegiatan yang berbeda untuk melihat apa yang mereka sukai.
2. Jika anak laki-laki suka menari, Anda harus
memberi kesempatan luas. Jangan paksa ia pindah ke musik karena Anda merasa
laki-laki tidak cocok menekuni tari.
3. Anda bisa membaur dalam permainan mereka.
Tunjukkan kepada mereka bahwa tidak ada batas untuk melakukan semua permainan
dan tidak ada perbedaan jenis kelamin.
4. Jangan menggunakan kata-kata gender ketika
anak-anak ada masalah. Misalnya Anda mengatakan anak laki-laki tidak boleh main
boneka atau anak perempuan tidak boleh memanjat, mislanya. Penelitian
menunujukkan jika orangtua atau guru melakukan demikian, maka anak-anak akan
berpotensi bias gender ketika dewasa.
5. Libatkan anak-anak dalam menentukan
permainan mereka. Tanyakan kepada mereka, kenapa mereka memilih mainan
itu. Ajukan pertanyaan terbuka agar anak-anak bisa mengeluarkan argumentasinya.
Sisihkan waktu untuk mendengarkan alasan mereka.
6. Mendorong kegiatan interaktif dengan semua
anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Ini memungkinkan mereka bisa lebih
berinteraksi.
Membuat Komunitas dengan Media
By : Unknown
Teknologi
baru atau yang biasa disebut New Media ini telah menjadi media yang mempermudah
kita dalam melakukan kegiatan komunikasi. Sering orang mengatakan bahwa saat
ini kita telah memasuki sebuah era yang dinamakan cyber space. New Media mengubah masyarakat, mengubah bentuk
masyarakat menjadi suatu bentuk komunitas baru. Namun sebelum membahas mengenai
era digital elektronik, kita sebaiknya mengetahu awal sejarah teori dan
penelitian mengenai media, baik media cetak hingga sampai pada media
elektronik.
Bab
yang akan dibahas kali ini adalah bab Creating
Community with the Media : History, Theories, and Scientific Investigation yang
ada pada buku “Handbook of New Media :
Social Shaping and Social Consquences of ITC’s”. Secara keseluruhan bab ini
membahas bagaimana perkembangan atau regenerasi masyarakat dari pengguna media
lama menjadi media baru dengan adanya mediasi komunikasi serta hubungan antar
media dengan masyarakat baru tersebut. Adapun beberapa bagian yang akan dibahas
dalam chapter ini :
Bagian pertama,
menggambarkan tiga periode sejarah ketika hubungan antara masyarakat dan media
telah menjadi pusat. Sebuah deskripsi singkat dari media baru juga dibahaskan
disini.
Bagian kedua
membahas transformasi konsep masyarakat dari studi sosiologis
lokalitas-berorientasi awal yang dilakukan dari pemeriksaan multi disiplin.
Bagian ketiga
memberikan ilustrasi dari tiga jenis studi yang terkait antara masyarakat dan
media: skala kecil media elektronika, jaringan informasi masyarakat, dan
diskusi publik dan debat melalui jaringan elektronik.
Bagian keempat/
terakhir meneliti pendekatan metodologis utama dan menunjukkan bentuk agenda
penelitian yang berorientasi pada eksplorasi lebih lanjut antara masyarakat dan
media baru.
Meneliti
pendekatan secara metodologi utama yang berorientasi pada masyarakat dan
penggunaan media baru. Adapun tiga era yang akan dibahas :
1.
First Wave of Community and Media Studies / Gelombang pertama penelitian
masyarakat dan media
2.
Second Wave : Electronic Community Media / Gelombang kedua : Masyarakat media
elektronik
3.
Third Wave : Era of the Internet / Gelombang ketiga : Era Internet
Aspek Positif dan Negatif bagi Masyarakat
oleh Kehadiran (Teknologi) Media
Teknologi
(media) memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Tidak hanya mempengaruhi secara positif, seperti membantu mempermudah menjalani
kehidupan namun ternyata kehadiran teknologi juga mampu memberikan dampak
secara negatif. Berikut beberapa aspek negatif dan positif dari (teknologi)
media.
-
Aspek
Positif
kehadiran
teknologi baru akan menghapus ketidaksetaraan dan kejahatan dalam masyarakat,
pendidikan akan meningkat, warga menjadi aktif dalam perdagangan dengan adanya
kepemimpinan ekonomi baru yang lebih berkembang, selain itu masyarakat umum
percaya bahwa hilangnya nilai-nilai tradisi masyarakat dapat dihidupkan kembali
dengan berkomunikasi melalui internet.
-
Aspek
Negatif
teknologi
baru ditakutkan akan dijadikan sebagai alat potensial untuk propaganda politik,
televisi dan film, apalagi, diduga mampu merusak tatanan masyarakat, deformasi
pikiran muda dan merendahkan warisan budaya, berkurangnya interaksi sosial
secara langsung dan di era internet ini sering terjadi istilah kekerasan yang
dinamakan cyber-crime.
Karakteristik
new media diuraikan oleh McQuail (1994 : 20 – 6) sebagai suatu rancangan yang
sangat berguna. Ia mengatakan bahwa new media secara umum melibatkan pada desentralisasi
saluran pendistribusian pesan ; meningkatkan kapasitas ketersediaan transfer
pesan yang di terima. Proses komunikasi yang serba digital ini membuat
masyarakat menjadi lebih fleksibel dalam menentukan isi pesan atau informasi
apa yang ingin dikonsumsi.
Tahap Perkembangan Media dan
Masyarakat
1. First
Wave of Community and Media Studies
/ Gelombang pertama dari penelitian
Pada
awal tahap perkembangannya, kajian ini adalah sebuah karaktekristik diantara para penduduk kota dibandingkan pada area pedesaan
(Park, 1929). Park menemukan bahwa jenis berbeda pada berita yang dibaca di
kota dibandingkan di pedesaan; di kota para pembaca memiliki lebih banyak kepentingan dalam berita dari luar daerah dan para pembaca
pedesaan lebih suka pada berita lokal. Merton (1949) kemudian
menindaklanjuti pada perbedaan ini dalam
studinya mengenai “Rovere”
dan ia mengidentifikasi dua group
penduduk; lokal dan kosmopolitan.
Lokalitas berorientasi pada komunitas lokal, sedangkan kosmopolitan
orientasinya lebih luas. Surat kabar juga mengintegrasikan individu ke dalam
sebuah komunitas. Koran lokal dapat memberikan kontribusi konsensus untuk
masyarakat setempat, ia menyelidiki peran keluarga, kohesi sosial dan
partisipasi masyarakat di surat kabar komunitas pembaca. Integrasi masyarakat
dan keterlibatan masyarakat terkait dengan perhatian yang lebih besar terhadap
surat kabar lokal. Hubungan antara media dan masyarakat dilihat sebagai salah
satu konsekuensi dari masyarakat yang menggunakan media.
2.
Second Wave : Electronic Community
Media
/ Gelombang kedua : Masyarakat media elektronik
Adanya
perkembangan teknologi rekaman video portabel dan sistem distribusi televisi
kabel pada akhir tahun 1960 dan awal 1970-an membuat berbagai kelompok
menggunakan teknologi komunikasi ini sebagai inisiatif saat akan melakukan
tindakan untuk masyarakat. Media dalam konteks ini juga menciptakan 'media
komunitas' yang mengacu pada berbagai macam bentuk dimediasi komunikasi: media
elektronik seperti radio dan televisi, media cetak seperti koran dan majalah,
dan jaringan elektronik kemudian berinisiatif merangkul karakteristik baik
cetak tradisional dan media elektronik. Media komunitas meruapakan suatu ruang
bagi komunitas untuk membuat ruang-ruang medianya sendiri, untuk mengekspresikan
aspirasi dan kultural komunitas mereka.
3.
Third Wave : Era of the Internet / Gelombang ketiga : Era Internet
Indikasi
lain dari arti dan pentingnya gelombang ketiga ini adalah terbentuknya Asosiasi
Internet Peneliti dan penyelenggaraan konferensi internasional pertama pada
September 2000 (Jones, 2004). Hampir bersamaan di seluruh Amerika Utara, Eropa
dan Asia, semua mengklaim untuk menggunakan
ajaran baru. Kesimpulannya, pada era internet ini akan berlanjut bergantung
pada perbaikan konsep di masa yang akan datang.
Komunitas Virtual dan
Komunitas Organik
Komunitas
virtual merupakan kumpulan atau sekelompok orang yang muncul berdasarkan adanya
kepentingan yang sama oleh berbagai pihak dan timbulnya interaksi secara
berkesinambungan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunitas tersebut.
Komunitas virtual terbentuk lewat dunia maya karena interaksi antar anggotanya
yang intens di dunia maya sehingga menjadikan mereka memiliki kesenangan yang
sama. Pencetus pertama kali istilah ini adalah Rheingold dalam bukunya The
Virtual Community : Homesteading pada Electronic Frontier (2000) yang
menjelaskan bahwa di masyarakat virtual, mereka seringkali berdebat, terlibat
dalam pembahasan intelektual, melakukan perdagangan, pertukaran pengetahuan,
berbagi dukungan emosional, membuat seni dan sebagainya. Sedangkan komunitas
organik adalah kebalikan dari komunitas virtual, komunitas ini terbentuk lewat
dunia nyata.
Characteristic
|
Organic
|
Virtual
|
Composition and activity
|
Tight group (age) Several activities
|
Loose affiliation
Special activities
|
Social organization
|
Tied to place and time
|
Not tied to place and time
|
Language and interaction
|
Verbal and non-verbal
|
Verbal and paralanguage
|
Culture and identity
|
Total singular
Homogeneous
|
Partial plural
Heterogeneous
|
Source: van Dijk, 1998: 45
STUDI ILUSTRASI DARI
MEDIA BARU DAN MASYARAKAT
Di
bagian, ini ilustrasi itu disediakan untuk tiga bidang penelitian: media skala
kecil elektronik, komunitas online berbasis fisik, dan diskusi publik dan debat
di Internet. Meskipun penelitian dari daerah lain bisa dipilih seperti
pembangunan masyarakat dan desain, budaya dan bahasa, identitas dan
berorientasi komersial , studi yang disajikan di sini menggambarkan beberapa
pekerjaan yang dilakukan di sekitar masyarakat dan Media.
Skala kecil Media
Elektronik
Mitchell
(2001), Coleman (2001), Stein (2001), dan akhirnya Barlow (2001) meneliti
kebijakan dan praktik tiga stasiun radio komunitas di Australia mengenai fitur
kunci dari sektor penyiaran. Sementara semua tions station tampaknya untuk
memberi penghormatan kepada prinsip-prinsip akses dan partisipasi, ia menemukan
bahwa tiga stasiun tersebut berbeda secara substansial dalam praktek mereka.
Semua stasiun tunduk pada ketegangan yang disebabkan oleh kekhawatiran
profesional , mempopulerkan dan komersialisasi radio komunitas.
Kesimpulan
New
Media adalah revolusi dari perkembangan teknologi jaman dahulu yang kurang
efisien dan setelah berjalannya waktu, perkembangan jaman teknologi tersebut
semakin berkembang dan berkembang. Dengan kata lain, tidak ada batasanya sampai
mana teknologi yang dapat dikatakan new
media dan tidak ada batasannya pula teknologi dapat mempengaruhi cara
berpikir masyarakat serta cara masyarakat bersosialisasi. Oleh karena itu
diperlukan batasan-batasan yang kita buat agar tidak terlalu terlarut dalam
mudahnya kehidupan yang dibuat oleh teknologi media.
A letter to JINTH
By : Unknown"True Friendship isn't being inseparable, it's about being separate and nothing change"
I don't know how to write this so well, but really I want to talk about y'all right now.
Ngga kerasa banget kita udah hampir 4 tahun sahabatan dan menurut gua itu bukan waktu yang sebentar buat nyatuin anak-anak yang sifatnya kaya permen skittles. Jujur gua bingung harus mulai cerita ini dari mana,cerita dimana pertama kalinya kita bisa sedekat itu atau bagaimana kita bisa namain diri kita JINTH , gua gatau persisnya kaya gimana gua lupa persisnya kapan, tapi yang gua tau adalah gua bener-bener nyaman bisa sama sama kalian waktu itu dan merasa beruntung banget punya sahabat kaya kalian.
Tapi apa yang gua rasain sekarang ini mungkin sedikit berbeda. Entah ini cuman perasaan gua aja atau gimana. Tapi.. menurut gua semuanya udah agak berubah. Gua sadar kalo ternyata beda sekolah dan waktu buat ketemu yang bisa diitung pake jari kaki (pake jari tangan juga gapapa sih-_-) bikin kita agak merenggang. Mungkin karna beda topik pembicaraan dan mungkin karna beda sekolah kita gabisa ada disisi satu sama lain buat saling nyemangatin di saat down. Gua kangen banget masa-masa dimana kita ngelakuin hal hal gokil bareng-bareng, bisa ketawa sebahagia itu, atau sekedar ngumpul yang bisa bikin lupa waktu.
Haha gua jadi inget sesuatu, gua pernah berkhayal sama enno kalo udah punya keluarga nanti kita tinggal bareng-bareng di satu komplek dan bakal tinggal sebelah-sebelahan. Agak konyol emang. Tapi menurut gua itu yang nandain kita pernah benar-benar sedekat itu. Yeah,tapi belakangan ini gua ngerasa quality time kita buat ketemu agak sedikit berkurang. Dan entah kenapa topik yang kita bicarain udah mulai sedikit.
I'm so sorry I write all these things guys,but that's what I really feel now.
Apa yang gua harapin sekarang adalah, semoga kita ga lost contact sama sekali, semoga kita masih bisa keep in touch walauupun cuman setahun sekali. Atau mungkin sekedar saling sapa waktu ketemu di suatu tempat. Gua gabisa ngebayangin seperti apa kita nantinya ngejalanin hidup ini masing-masing yang jelas gua bahagia banget pernah jadi bagian dari hidup kalian atau kalian pernah jadi bagian hidup gua.
Gua bakal kangen banget sama kupingnya enno yang bermasalah dan caranya dia cairin suasana waktu kita ngumpul
Gua bakal kangen banget sama tangannya gilang yang gatel tiap kali liat rambut nganggur dan selalu bikin suatu hal jadi heboh
Gua bakal kangen banget sama mimpi-mimpinya odan dan caranya dia mandang hidup
Gua bakal kangen banget sama cerita-ceritanya nona dan caranya di struggle di sekolah yang anak-anaknya beda 180 derajat dari kehidupan dia
Gua kangen banget sama ketawanya sita yang susah berhenti dan caranya dia buat hidup dengan style nya dia sendiri
Gua bakal kangen banget sama teriakannya adimir dan semua gambar-gambar amazingnya
dan yang terakhir... Gua bakal kangen banget lawakan garingnya anak yang katanya paling lucu di smakbo. Iya.Daha.
At least, I'm so blessed to havin' you guys in this 3 last year and also will be glad havin' you in some years later. Gua gatau harus bilang makasih sebanyak apa, yang jelas terima kasih banyak bangeeeeet buat kalian yang udah mau jadi sahabat gua selama ini :"")
Oiya satu lagi,walaupun nanti kalian ngerasa bukan JINTH lagi, gua akan selalu anggep kalo kita adalah ber-8 dan akan selalu ber-8.
Thank you for everything JINTH !! I love y'all and it always be.
Sukses ya kalian semua :){}
-Annisa Chairiyanti
Review anime 5cm per second
By : Unknown" The speed at which the sakura blossom fall.. Five centimeters per second.
At what speed must I live... to able to see you again ? "
Quote tadi adalah sepotong kata dari anime yang mau gua bahas kali ini. 5cm per second atau bahasa jepangnya Byôsoku
5 senchimêtoru : A chain of short stories about their distance. Banyak
banget pendapat tentang anime ini, menurut comment dari artikel yang gua
baca banyak yang berpendapat kalo jalan ceritanya biasa aja terlalu
mainstream, ada yang bilang anime ini visualisasinya aja yang dikuatin
dan masih banyak lagi. Dan karena itu gua pengen banget mengulas anime
yang menurut gua menyayat hati namun penuh makna ini.
Byôsoku 5 senchimêtoru
Part 1 (okashou)
Bagian ini menceritakan bagaimana awalnya Tohno Takaki (tokoh utama) yang menjadi murid pindahan di sekolah dasar bertemu dengan Akari Shinohara yang juga murid baru. Karena mereka berdua ini mempunyai ketertarikan yang sama dan sama-sama suka diperpustakan mereka secara alamiah akhirnya menjadi seorang sahabat. Dan pada bagian inilah cerita bagaimana benih-benih cinta itu mulai tumbuh. Yaaaaa,istilahnya sahabat jadi cinta gitu deh. Dan pada akhirnya ketika mereka sudah lulus sd si Akari harus pindah dan membuat keduanya cukup terpukul. Dan yang menarik pada bagian ini saat tohno-kun berjanji bertemu dengan akari sebelum dia harus pindah juga ke kagoshima. Pada bagian ini, perjuangan tohno-kun untuk beretemu dengan akari benar-benar bikin melting. Dan kata-kata yang puitis,dalam,dan penuh makna.
pertemuan terakhir sebelum akhirnya berpisah selamanya
Part 2 (cosmonaut)
Pada part 2 ini, menceritakan tentangTohno-kun yang sudah memasuki masa SMA di Kagoshima. Dan tentu saja masih mencintai akari. Disisi lain ada teman wanita sekelas tohno-kun bernama Kanae yang diam-diam suka dengannya dan berniat untuk menyatakan perasaannya sebelum hari kelulusan. Pada bagian ini keliatan banget tohno-ku yang belum bisa move on dari akari, istilahnya gagal move on gitu deh. Dan Kanae yang menyimpan harapan terlalu besar karena Tohno-kun bersikap baik padanya. Namun akhirnya Ia sadar kalau Tohno-kun tidak pernah memandangnya dan selalu memandang nun-jauh kesana dan terlalu jauh untuknya *beh sadis ngga tuh* . Oiya satu lagi, menurut gua visualisasi di bagian ini tingkat dewa banget.
Bagian ini adalah bagian klimaks dari 2 bagian diatas. Menceritakan tentang Tohno-kun yang sudah bekerja dan tinggal di Tokyo. Dan LAGI LAGI Tohno-kun mem-php kan seorang wanita yang sudah dikencaninya karna gabisa move on. Cerita disini emang ga panjang seperti di part-part lain, namun pada saat flashback dengan lagu one more chance,one more time -nya bikin merinding dan menurut gua itu bagian terbaik dari film ini. Dan apakah Akari bisa bertemu dengan Tohno-kun di Tokyo? Nonton ajadeh ! Tapi bagi yang ga suka drama film ini emang sedikit spam. But... coba tonton deh buat referensi aja."The title 5 Centimeters Per Second comes from the speed at which cherry blossoms petals fall, petals being a metaphorical representation of humans, reminiscent of the slowness of life and how people often start together but slowly drift into their separate ways."
"5cm per detik, menurut film ini, adalah
kecepatan jatuhnya kelopak bunga sakura di musim semi atau butir-butir salju di
kala hujan salju musim dingin. Namun metafora itu juga sebenarnya melambangkan
kehidupan manusia. Kadang kita terjebak dengan yang namanya rutinitas,kehidupan
seolah-olah berjalan lamban. Namun justru ritme kehidupan seperti itulah,yang
justru tanpa kita sadari, menimbulkan jarak di dalam kehidupan. Jarak dengan
orang-orang yang kita sayangi, jarak dengan impian dan cita-cita, jarak….dari
yang namanya kebahagiaan."- copied from Claude C Kenni
Overall,
menurut gua film ini pantas buat di tonton bagi penggemar anime atau
drama. Pada bagian awal memang ceritanya seperti membosankan tapi coba
tonton sampai bagian akhir dan anda akan mengerti makna dalam dari film
ini. Dan justru yang menambah nilai plus adalah bahwa ceritanya yang
sangat realistis dengan kehidupan sehari-hari. Dan pasti anda berpikir
bahwa si tokoh utama terlalu rentan dan lemah untuk seorang pria. Tapi
ternyata justru itu yang mengingatkan kita kalau sebenarnya pria dan
wanita mempunyai hati yang sama.
Visual: 10
Sound: 10
Sound: 10
Story: 8.9
Director: Makoto Shinkai
Producer: Makoto Shinkai
Actors: Kenji Mizuhashi, Yoshimi Kondou,
Satomi Hanamura, Ayaka Onoue
Genre: Animation, Romance, Drama
Actors: Kenji Mizuhashi, Yoshimi Kondou,
Satomi Hanamura, Ayaka Onoue
Genre: Animation, Romance, Drama
Released: 2007
Durasi: 90 menit
Durasi: 90 menit
Coba aja tonton trailernya,siap-siap merinding ya !!
Cerita Pagi di Sebuah Halte Bus Kota
By : UnknownHari ini, gua ketemu seseorang yang bikin gua lebih menghargai arti hidup dan lebih menghargai arti dari sebuah rahmat Tuhan.
Cerita hari ini bermula ketika gua duduk sendiri di halte bus benhil, didepan kampus Atma Jaya tepatnya. Engga lama setelah gua duduk dihalte itu itu, datang seorang nenek yang berwajah oriental dengan membawa 3 tas dipundaknya. Setelah dia minta buat gua duduk agak geseran sedikit , dia ngeluarin sebuah gulungan benang rajut dan jarum. Ternyata isi dari isi tas-tas itu adalah hasil-hasil rajutannya. Karena penasaran, gua memulai pembicaraan sama nenek itu, "nenek pintar ngerajut ya?" terus nenek itu menjawab, "iya,mau gimana lagi?satu-satunya cara buat cari makan." Dan dari situ gua baru sadar kalau nenek ini jualan rajutannya di halte ini. Tapi dia ngga mamerin dagangannya kaya penjual-penjual pinggir jalan pada umumnya, dia cuman duduk sambil merajut, kadang kadang dia nawarin rajutannya sama orang-orang yang ada di halte itu.
Terus gua lanjutin pembicaraannya, "nenek sendiri aja?gaditemenin anak?" Nenek itu cuman jawab engga. "emang anak nenek kemana?", nenek itu jawab " anak saya meninggal karena stres,karena penjarahan tahun 1998 di dekat semanggi. Rumah saya digusur saya gapunya tempat tinggal. Waktu itu padahal 4 hari sebelum anak saya diwisuda menjadi dokter.
Jadi nenek itu cuman punya satu anak, anak laki-lakinya yang kuliah di kedokteran. Karena anaknya belum menikah dan cuman anak satu-satunya,nenek ini gapunya teman hidup sekarang, dia tinggal sendiri. Suaminya?suaminya meninggal waktu anaknya masih umur 4 tahun.
Waktu gua bilang,nenek matanya masih bagus ya... masih bisa ngerajut masih bisa masukkin benang ke jarum. Dia cuman bilang , "Tuhan itu maha adil. Dia ngebiarin nenek sendiri tapi dia juga masih memberi rahmatnya sama nenek,ya sehat ini. Yang kuasa memang adil". Sebagai anak muda yang sering banget ngeluh, gua kaya ditampar men denger nenek itu bilang kaya gitu.
Dan yang lebih bikin gua salut adalah, waktu dia bilang satu-satunya cara buat hidup dan cari makan ya ngerajut ini. Nenek gamau minta-minta,ngemis-ngemis. Gilaaa men, ini yang gua salut dari orang china, tekad buat terus hidup dan pantang menyerahnya bener-bener harus diancungin jempol. Dan sebagai bentuk rasa kagum dan terima kasih, gua beli kunciran si nenek. Terus dia kasih gua jepitan kecil warna ungu, kata dia hadiah buat gua.
[55:18] Ar-rahman
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Pelajaran hari ini bener-bener berharga buat gua.
Cerita hari ini bermula ketika gua duduk sendiri di halte bus benhil, didepan kampus Atma Jaya tepatnya. Engga lama setelah gua duduk dihalte itu itu, datang seorang nenek yang berwajah oriental dengan membawa 3 tas dipundaknya. Setelah dia minta buat gua duduk agak geseran sedikit , dia ngeluarin sebuah gulungan benang rajut dan jarum. Ternyata isi dari isi tas-tas itu adalah hasil-hasil rajutannya. Karena penasaran, gua memulai pembicaraan sama nenek itu, "nenek pintar ngerajut ya?" terus nenek itu menjawab, "iya,mau gimana lagi?satu-satunya cara buat cari makan." Dan dari situ gua baru sadar kalau nenek ini jualan rajutannya di halte ini. Tapi dia ngga mamerin dagangannya kaya penjual-penjual pinggir jalan pada umumnya, dia cuman duduk sambil merajut, kadang kadang dia nawarin rajutannya sama orang-orang yang ada di halte itu.
Terus gua lanjutin pembicaraannya, "nenek sendiri aja?gaditemenin anak?" Nenek itu cuman jawab engga. "emang anak nenek kemana?", nenek itu jawab " anak saya meninggal karena stres,karena penjarahan tahun 1998 di dekat semanggi. Rumah saya digusur saya gapunya tempat tinggal. Waktu itu padahal 4 hari sebelum anak saya diwisuda menjadi dokter.
Jadi nenek itu cuman punya satu anak, anak laki-lakinya yang kuliah di kedokteran. Karena anaknya belum menikah dan cuman anak satu-satunya,nenek ini gapunya teman hidup sekarang, dia tinggal sendiri. Suaminya?suaminya meninggal waktu anaknya masih umur 4 tahun.
Waktu gua bilang,nenek matanya masih bagus ya... masih bisa ngerajut masih bisa masukkin benang ke jarum. Dia cuman bilang , "Tuhan itu maha adil. Dia ngebiarin nenek sendiri tapi dia juga masih memberi rahmatnya sama nenek,ya sehat ini. Yang kuasa memang adil". Sebagai anak muda yang sering banget ngeluh, gua kaya ditampar men denger nenek itu bilang kaya gitu.
Dan yang lebih bikin gua salut adalah, waktu dia bilang satu-satunya cara buat hidup dan cari makan ya ngerajut ini. Nenek gamau minta-minta,ngemis-ngemis. Gilaaa men, ini yang gua salut dari orang china, tekad buat terus hidup dan pantang menyerahnya bener-bener harus diancungin jempol. Dan sebagai bentuk rasa kagum dan terima kasih, gua beli kunciran si nenek. Terus dia kasih gua jepitan kecil warna ungu, kata dia hadiah buat gua.
[55:18] Ar-rahman
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Pelajaran hari ini bener-bener berharga buat gua.
Makna sebuah Integritas
By : UnknownUdah 5 bulan sejak terakhir gua mutusin buat sendiri-sendiri dulu. Dan semenjak itu semuanya berubah. Gua harusnya sadar, kalo pasangan yg putus terus balikin lagi mereka gak akan sama seperti sebelumnya. Dan itu yg gua alamin. Gua tau harusnya ngga ngelakuin itu. Tapi sebenernya ya buat kebaikan dia. Ya..... sampe bego juga gua bakalan bilang itu. Gua tau masa SMA adalah masa yang paling indah, dan gua tau hal yg paling diinginin dia adalah ngabisin masa-masa itu sama sahabatnya dan nemuin pengalaman baru. Jadi menurut gua selama dia sama gua,apa yg paling dia inginin bakal terhambat karna gua. Tapi apa yg gua tujuin malah ga tepat sasaran dan jadi salah paham. Well, gua akuin kalo itu kesalahan gua sendiri karna bilang dengan cara yang ga baik. Gua bilang ke dia kalo dia lebih suka dunia barunya tanpa gua, dan mungkin karna secara emosi jadi tujuan gua sebenernya ga sampe. Dan gua sempet pikir mungkin kalo kita sendiri-sendiri gua bakal terhindar dari kata galau. Dan itu salah besar ! Yaa... padahal hari pertama setelah mutusin sendiri gua ga nangis sama sekali tapi 2 hari berikutnya bener-bener kaya zombie hidup. Akhirnya seminggu kemudian gua mutusin buat sama-sama lagi dan minta maaf sama kejadian itu. Gua paham, gaakan ada orang yang mau diperlakuin seperti itu apalagi dengan mudahnya maafin. Jadi gua sedikit mengerti kenapa dia mutusin komunikasi selama 4 bulan tanpa sebuah alasan. Terkadang heran juga, apa ada orang yang cantumin nama pasangannya di bio dan masih ada status tahan ga komunikasi selama 4 bulan. Tapi karna kata sayang yang bikin gua jadi tolol, gua bertahan. gua bertahan tanpa komunikasi, dengan dpnya yang berdua, dengan dia yang sering banget muncul di tl dan tanpa saling sapa, dan dengan dia yang gapernah bales bbm atau sms walaupun gua cuman sekedar sapa "haloo" atau "apa kabar". Gua tetap bertahan. Dan hingga akhirnya gua tau dari sahabat gua sendiri kalo dia punya temen cewe yang buat dia nyaman banget :) Disitu gua sadar dan mengerti kenapa dia begitu tahan selama 4 bulan, karna selama ini dia sangat nyaman dengan keadaan ini. Sangaaat nyaman. Tapi dilain sisi, disitu gua tetap berharap ada penjelasan suatu hari.
Dan tepatnya setelah sebulan gua tau hal itu, kita ketemu lagi untuk pertama kalinya setelah 4 bulan . Disekolahnya tepatnya. Karna waktu itu pulang maghrib dan kebetulan gua pulang naik angkot, akhirnya dia nganterin gua pulang. Dan disitu dia menjelaskan semuanya, dia benar-benar sangat sibuk dan gaada waktu bahkan untuk urusan pribadinya. He really really has a very big dream. A perfect dream. I'm one of them that believe he will be a very great man someday. Dia bukan sekedar seorang pemimpi, dia adalah orang yang bakal terus berusaha buat ngewujudin mimpi itu. Dan ga cuman berguna buat diri dia sendiri tapi berguna buat orang lain. Gua sadar, gua emang bukan cewe cantik apalagi pintar yang pantas untung diperjuaingin. Dan masih banyak hal yang perlu dia perjuangin daripada kehidupan cintanya. Dan hari ini sahabat gua berpendapat, secara dia liat kita berdua seperti gaada apa-apa lagi, gaada yang spesial, seperti orang yang punya status tapi tanpa ada apa-apa (kebalikannya HTS lebih jelasnya). Dan gua tau mungkin ada benarnya.
Tapi gua gapernah denger apapun tentang perasaan dia ke gua, mungkin karna gua gapernah nanya. Gua iri sama mereka, gua iri sama mereka yang tau setiap hari kabar pasangannya, yang bisa tersenyum setiap dapat sms atau bbm dari pasangannya, dan selalu dapat ucapan tidur. Gua iri sama mereka. Tapi entah kenapa perasaan iri gua selalu dikalahin sama perasaan gua sendiri. Perasaan sayang yang lebih dari apapun, dengan keyakinan gua bakal ngalamin itu lagi, dan dengan yakin kalo ini cuman sementara. Tapi sejauh apapun gua mikir kesitu, gua tau kalo akhirnya semua sudah jelas. Kalo ini adalah titik ternyaman dia, dimana mungkin gaada lagi hal yang kaya gitu.
Dan ini sepenuhnya bukan salahnya. Sebagai pasangannya gua sadar kalo gua gabisa ngasih perasaan nyaman. Gua mendukung dia tapi dengan cara gua sendiri, dengan cara yang gabisa diterima. Gua selalu bilang gua sakit, tanpa mikir kalo dia juga sakit karna sifat gua. Gua selalu bilang dia berubah dan nuntut untuk dia balik lagi kaya dulu tanpa sadar kalo ini adalah titik ternyamannya. Gua pingin jadi pendengar yang baik tapi entah kenapa cara gua selalu salah. Dan apapun penyesalan gua itu, gaakan pernah bisa balikin semua keadaan. Nasi sudah menjadi bubur istilahnya. Rasa menyesal gua udah gaada artinya. Sejauh apapun gua bertahan,sejauh apapun gua paksa pasti suatu saat gua bakal terjatuh dan menyerah.
Gua bersyukur dan sangat berterima kasih karna dia ngajarin gua banyak hal. Gua adalah orang yang paling cepet ilfeel sama orang, apalagi kalo tau sahabat gua sendiri suka sama gua. Gua bakal berusaha sekuat apapun ngejauh. Terkecuali dia. Dorong motor, Keliling jakarta pertama kali, ketemu orang tua masing-masing, dapet mawar, nonton film bareng, semua itu adalah hal yang sederhana tapi bener-bener indah banget. Ketemu keluarganya juga salah satu hal yang gua sangat syukurin, walaupun cuman sebentar tapi gua ngerasain gimana rasanya punya keluarga sesungguhnya :"") Gua gatau apa dia inget pertama kali gimana kita tau perasaan masing-masing, tapi setelah tau itu gua ada harapan kalo mungkin aja gua bakal bahagia kalo mungkin aja gua gabakal ngerasain sakit lagi. Dan karna dia juga pernah disakitin sebelumnya, gua selalu berusaha buat ga ngelakuin hal yang mungkin buat dia tersinggung atau sakit. Gua berusaha buat jaga jarak sama temen-temen cowo, yang gua gatau dia peduli apa engga. Tapi gua berusaha sebisa mungkin buat mastiin kalo dia gaakan ngerasain itu lagi. Aksi yang sok HEROIC itu yang malah jadi bikin gua sakit sendiri ternyata.
At least ini emang sepenuhnya salah gua. Gua taruh harapan terlalu besar. Well, gua terlalu dini atau mungkin terlalu polos buat mikir kalo kita akan jadi keluarga nantinya. Pasti terlalu bodoh dan sangat pantas buat diketawain. Tapi gua gapernah ngetawain itu karna itu dulu adalah harapan gua, harapan yang sederhana tapi sangat besar untuk gua. Ga salah sebenernya buat taruh harapan yang besar, apalagi buat cita-cita dan masa depan. Tapi taruh harapan terlalu besar tanpa mikir panjang malah gaakan bagus hasilnya. Gua bukan orang yang bijak apalagi tepat ngasih saran kaya gini. Tapi pengalaman ini yang ngajarin gua banyak hal, ngajarin gua untuk berpikir lebih panjang kedepannya.
Gua memang sempat ngutuk semua hal yang berhubungan dengan dia. Tapi karna pelajaran ini, gua sadar kalo dia harusnya orang yang paling banyak gua ucapin terima kasih. Karna dia yang ngajarin gua makna akan integritas :)
Dan tepatnya setelah sebulan gua tau hal itu, kita ketemu lagi untuk pertama kalinya setelah 4 bulan . Disekolahnya tepatnya. Karna waktu itu pulang maghrib dan kebetulan gua pulang naik angkot, akhirnya dia nganterin gua pulang. Dan disitu dia menjelaskan semuanya, dia benar-benar sangat sibuk dan gaada waktu bahkan untuk urusan pribadinya. He really really has a very big dream. A perfect dream. I'm one of them that believe he will be a very great man someday. Dia bukan sekedar seorang pemimpi, dia adalah orang yang bakal terus berusaha buat ngewujudin mimpi itu. Dan ga cuman berguna buat diri dia sendiri tapi berguna buat orang lain. Gua sadar, gua emang bukan cewe cantik apalagi pintar yang pantas untung diperjuaingin. Dan masih banyak hal yang perlu dia perjuangin daripada kehidupan cintanya. Dan hari ini sahabat gua berpendapat, secara dia liat kita berdua seperti gaada apa-apa lagi, gaada yang spesial, seperti orang yang punya status tapi tanpa ada apa-apa (kebalikannya HTS lebih jelasnya). Dan gua tau mungkin ada benarnya.
Tapi gua gapernah denger apapun tentang perasaan dia ke gua, mungkin karna gua gapernah nanya. Gua iri sama mereka, gua iri sama mereka yang tau setiap hari kabar pasangannya, yang bisa tersenyum setiap dapat sms atau bbm dari pasangannya, dan selalu dapat ucapan tidur. Gua iri sama mereka. Tapi entah kenapa perasaan iri gua selalu dikalahin sama perasaan gua sendiri. Perasaan sayang yang lebih dari apapun, dengan keyakinan gua bakal ngalamin itu lagi, dan dengan yakin kalo ini cuman sementara. Tapi sejauh apapun gua mikir kesitu, gua tau kalo akhirnya semua sudah jelas. Kalo ini adalah titik ternyaman dia, dimana mungkin gaada lagi hal yang kaya gitu.
Dan ini sepenuhnya bukan salahnya. Sebagai pasangannya gua sadar kalo gua gabisa ngasih perasaan nyaman. Gua mendukung dia tapi dengan cara gua sendiri, dengan cara yang gabisa diterima. Gua selalu bilang gua sakit, tanpa mikir kalo dia juga sakit karna sifat gua. Gua selalu bilang dia berubah dan nuntut untuk dia balik lagi kaya dulu tanpa sadar kalo ini adalah titik ternyamannya. Gua pingin jadi pendengar yang baik tapi entah kenapa cara gua selalu salah. Dan apapun penyesalan gua itu, gaakan pernah bisa balikin semua keadaan. Nasi sudah menjadi bubur istilahnya. Rasa menyesal gua udah gaada artinya. Sejauh apapun gua bertahan,sejauh apapun gua paksa pasti suatu saat gua bakal terjatuh dan menyerah.
Gua bersyukur dan sangat berterima kasih karna dia ngajarin gua banyak hal. Gua adalah orang yang paling cepet ilfeel sama orang, apalagi kalo tau sahabat gua sendiri suka sama gua. Gua bakal berusaha sekuat apapun ngejauh. Terkecuali dia. Dorong motor, Keliling jakarta pertama kali, ketemu orang tua masing-masing, dapet mawar, nonton film bareng, semua itu adalah hal yang sederhana tapi bener-bener indah banget. Ketemu keluarganya juga salah satu hal yang gua sangat syukurin, walaupun cuman sebentar tapi gua ngerasain gimana rasanya punya keluarga sesungguhnya :"") Gua gatau apa dia inget pertama kali gimana kita tau perasaan masing-masing, tapi setelah tau itu gua ada harapan kalo mungkin aja gua bakal bahagia kalo mungkin aja gua gabakal ngerasain sakit lagi. Dan karna dia juga pernah disakitin sebelumnya, gua selalu berusaha buat ga ngelakuin hal yang mungkin buat dia tersinggung atau sakit. Gua berusaha buat jaga jarak sama temen-temen cowo, yang gua gatau dia peduli apa engga. Tapi gua berusaha sebisa mungkin buat mastiin kalo dia gaakan ngerasain itu lagi. Aksi yang sok HEROIC itu yang malah jadi bikin gua sakit sendiri ternyata.
At least ini emang sepenuhnya salah gua. Gua taruh harapan terlalu besar. Well, gua terlalu dini atau mungkin terlalu polos buat mikir kalo kita akan jadi keluarga nantinya. Pasti terlalu bodoh dan sangat pantas buat diketawain. Tapi gua gapernah ngetawain itu karna itu dulu adalah harapan gua, harapan yang sederhana tapi sangat besar untuk gua. Ga salah sebenernya buat taruh harapan yang besar, apalagi buat cita-cita dan masa depan. Tapi taruh harapan terlalu besar tanpa mikir panjang malah gaakan bagus hasilnya. Gua bukan orang yang bijak apalagi tepat ngasih saran kaya gini. Tapi pengalaman ini yang ngajarin gua banyak hal, ngajarin gua untuk berpikir lebih panjang kedepannya.
Gua memang sempat ngutuk semua hal yang berhubungan dengan dia. Tapi karna pelajaran ini, gua sadar kalo dia harusnya orang yang paling banyak gua ucapin terima kasih. Karna dia yang ngajarin gua makna akan integritas :)









